October 21, 2021
Alat-Alat Kesehatan Beserta Fungsinya Lengkap Dengan Keterangan

Alat-Alat Kesehatan Beserta Fungsinya Lengkap Dengan Keterangan

Macam-macam alat kesehatan banyak ditemukan di era modern ini dengan berbagai fungsinya. Hal itu juga dikarenakan banyak sekali penyakit yang menjangkiti masyarakat yang semakin membutuhkan alat modern yang canggih dan tepat untuk menentukan jenis penyakit dan tindakan medis apa yang akan diambil ketika diketahui penyakit yang diderita. Alat-alat ini diperlukan untuk diagnosa pasien dengan tepat dan cepat.

Tanpa diagnosis yang tepat, pengobatan pun tidak bisa tepat. Untungnya, dokter zaman sekarang dapat menggunakan berbagai tes laboratoriuin dan tes lain yang akan melengkapi dan menambah fakta-fakta yang diperolehnya dari riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Semua ini akan menjadi penuntun baginya dalam membuat diagnosis dan pengobatan. Sekali dia telah menentukan diagnosis ctan pengobatan penyakit tersebut, selanjutnya akan dibuat lagi tes tambahan untuk memonitor bagaimana respons pasien itu terhadap pengobatan yang diberikan. Tes yang beberapa tahun lalu membutuhkan sejumlah besar darah dan kerja keras dalam waktu lama, sekarang dapat dilakukan dengan sedikit darah dan dalam waktu beberapa menit saja. Bahkan sebenarnya dengan hanya setetes darah saja sejumlah tes dapat dilakukan dalam waktu yang sama dan dengan satu mesin saja!

Alat-Alat Kesehatan Beserta Fungsinya Lengkap Dengan Keterangan

Banyak diantara tes itu yang dapat dilakukan sendiri oleh pasien. Penderita diabetes dapat memonitor kadar gula darahnya dan membuat Penyesuaian yang diperlukan dalam pemakaian insulin, dalam proses untuk menjaga agar diabetesnya tetap di bawah pengendalian.

Ultrasound (Ultrasonografi – USG)

Dengan kemajuan teknologi, semakin banyak tes yang bisa dilakukan tanpa mendatangkan ketidaknyamanan atau mencederai pasien. Suatu contoh ialah gelombang ultrasound dan pantulan suara ultranya. Dihubungkan dengan komputer, suara-suara itu melukiskan struktur jaringan dalam bentuk gambar di layar TV.

Sinar X

Sementara paparan kepada sinar-X membawa suatu risiko, sinar-X telah memberikan informasi yang telah menyelamatkan begitu banyak orang dari maut dan derita. Sinar-X sering menyatakan keadaan yang tidak bisa ditemukan dengan cara lain. Perbaikan dalam teknologi sinar-X telah membuat risikonya sangat kecil bagi pasien, baik dengan mengurangi paparan itu sendiri maupun bagian yang terpapar.

Bahan yang tak tembus sinar- X memungkinkan untuk mengetahui detail pembuluh darah, struktur dan organ-organ yang tidak mungkin diketahui kalau hanya menggunakan sinar-X saja. Contoh yang khas ialah penelitian saluran pencernaan bagian atas dan bawah dengan menggunakan barium yang diminum dan yang dienemakan. Dengan bahan yang tidak tembus sinar-X yang tepat, kandung empedu, saluran empedu, saluran buah pinggang, kandung kemih akan dapat dilihat dengan jelas.

Contoh khas lain mengenai kegunaan prosedur semacam ini termasuk kolangiografi, di mana saluran empedu dan kandung empedu diperiksa untuk melihat adanya batu dan kelainan-kelainan lain; mielografi, untuk mengevaluasi rongga di sekitar sumsum tulang belakang dan menentukan adanya burut diskus (herniateddisk), tumor, dan syaraf yang cidera; dan pielografi, untuk melihat bagian dalam ginjal, saluran ginjal dan kandung kemih.

Tracer Radioaktif

Datam prosedur ini molekul-molekul radioaktif (“tagged molecules”) dalam substansi Yang tepat diinjeksikan ke dalam darah pasien, dan perjalanan radiokatif itu dimonitor ketika mengalir ke atau melalui berbagai struktur atau organ.

Metode ini pertama kali digunakan dengan mernakai senyawa yodium radioaktif untuk mempelajari kelenjar gondok. Sekarang prosedur itu digunakan untuk memeriksa ginjal, hati dan Paru, penyebaran pertumbuhan kanker tertentu dalam tulang, dan memeriksa keberadaan tumor dalam otak dan lokasinya.

CT Scan (Computerized Tomography Scan)

CT scan atau CAT (computerized axial tomography) scan diper oleh dengan mengarahkan sinar-X pada suatu bagran memanjang organ tertentu atau bagian irisan memotong tubuh. Sinar-X menembusi jaringan dalam irisan-irisan tipis, setelah diteruskan ke komputer dimana gambar-gambar struktur ditunjukkan di layar TV. Berbagai ketebalan dan kepadatan tampak sebagai bayangan kelabu. Udara dan cairan berwarna hitam, dan tulang berwarna putih.

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI juga dikenal sebagai NMR (nuclear magnetic res onaice). Prosedur ini memberikan pemandangan struktur yang sama dengan CT-scan, tetapi dengan lebih jelas (resolusi lebih tinggi) daripada CT-scan, dan tidak ada paparan kepada sinar-X. MRI juga menyatakan biokimia sel-sel yang hidup.

Prosedur itu menggunakan medan magnet untuk menyusun kembali nuklus atom-atom yang sedang dipelajari. Dengan demikian susunannya diganggu dengan ledakan energi yang tiba-tiba dari pemancar gelombang radio. Bila masalah data dipecahkan (decode) oleh komputer, bayangan yang terbentuk dapat dilihat sebagai mana pada CT-scan.

Angiografi

Angiograf menyanggupkan dokter untuk menentukan aliran darah melalui pembuluh-pembuluh darah, mendeteksi kelainan-kelainan pembuluh darah itu sendiri (seperti anerisma, penyempitan, trombi, dan Pembekuan), dan mengevaluasi aliran darah ke organ-organ tubuh yang dialirinya.

Melalui suatu lobang di dalam pembuluh arteri atau vena di lengan atau kaki, suatu pipa kecil (kateter) yang panjang dimasukkan, dengan panduan sebuah fluoroscope, ke dalam suatu pembuluh yang akan diperiksa. Bila ujung pipa atau kateter itu sudah berada bada suatu titik yang dikehendaki, cairan tak tembus sinar-X diinjeksikan berselang waktu ke dalam pembuluh itu, yang membawa darah melalui cabang-cabangnya. Lalu difoto dengan sinar-X setiap kali cairan tak tembus sinar-X itu menunjukkan pembuluh darah yang normal atau yang tidak normal.

Prosedur yang sama juga dilakukan untuk kateterisasi jantung (untuk melihat kamar-kamar jantung dan arteri koroner). Tergantung apakah bagian kanan atau kiri jantung yang akan dipelajari, kateter dimasukkan ke dalam sebuah pembuluh vena atau pembuluh afieri. Prosedur ini biaya dilakukan bila pembedahan bypass jantung dipertimbangkan untuk dilakukan, dan bila kerusakan pada katup jantung atau kamar-kamar jantung perlu dievaluasi.

Venografi (Flebografi)

Prosedur ini mirip dengan angiografi, tetapi lebih sederhana karena tak tembus sinar-X diinjeksikan, contohnya, ke Pembuluh vena besar bagian bawah kaki. Foto sinar-X dibuat ketika bahan tak tembus sinar-X itu memenuhi vena dalam arah aliran darah, untuk memungkinkan dokter mendiagnosis trombosis (Pembekuan darah) pada vena yang dalam (suatu keadaan gawat) dan mengidentifikasi kelainan-kelainan lain, penyumbatan, dan darah beku di dalam pembuluh itu.

Endoskopi

Endoskopi adalah suatu prosedur untuk melihat dan memeriksa ruang tubuh atau cekungan sebuah organ tubuh dengan menggunakan alat serat optik atau pipa kecil yang berlubang. Pada umumnya alat endoskopi dimasukkan ke dalam sebuah organ tubuh melalui lubangnya yang biasa. Jika lubang seperti itu tidak ada, maka dilakukan torehan untuk membuat lubang di temPat Yang tepat. Prosedur pemeriksaan dengan endoskopi ini sangat berguna, umpamanya pemeriksaan bagian dalam kandung kemih, lambung, pangkal tenggorokan, usus besar, bagian perut, dan bahkan spasi di antara sendi-sendi. Prosedur bedah kecil dapat juga dilakukan melalui endoskopi, mengambil untuk biopsi, dan mengambil sampel untuk analisis kimiawi atau Pembiakan mikrobiologis. Bentuk dari endoskopi itu berbeda-beda, tergantung kepada penggunaannya yang tertentu.

Kolonoskopi. Alat kolonoskopi dimasukkan melalui lubang dubur. Instrumen serat optik yang lentur itu memungkinkan dokter memeriksa seluruh usus besar, membuangkan polip, dan mengambil spesimen untuk diperiksa. Usus besar dikosongkan sebelumnya dengan memakan makanan yang rendah residu, penggunaan laksafif (obat pencahar) dan enema (menguras perut) sekali atau dua kali.

Gastroskopi. Prosedur itu memungkinkan dokter untuk memeriksa bagian dalam lambung. Skopi dimasukkan melalui mulut ke bawah melalui kerongkongan (yang juga ikut diperiksa) terus ke dalam lambung. Anestesia lokal diberikan ke tenggorokan, juga obat penidur, dengan demikian pasien hanya mengalami sangat sedikit saja ketidaknyamanan.

Artroskopi. Artroskopi digunakan untuk memeriksa bagian dalam suatu sendi. Sebagai contoh, melalui torehan bedah kecil, alat itu dimasukkan ke dalam sendi tulang. Dapat digunakan untuk memperbaiki ligamen sendi yang robek, membuangkan fragmen jaringan dan mengevaluasi proses penyakit.

Jenis endoskapi yang lain vang digunakan untuk memeriksa bagian dalam tulang termasuk bronkoskopi untuk mengeksplorasi batang tenggorokan dan saluran pernapasan yang lebih besar lainnya; laringoskopi, untuk memeriksa pangkal tenggorokan; laparoskopi, untuk mengrvaiuasi keadaan indungg telur, saluran telur dan rahim, dan menentukan apakah ada pertumbuhan yang ganas atau kehamilan di luar rahim, atau sesuatu infeksi; dan sistoskopi, untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih.

Elektroensefalografi (EEG)

AIat elektroensefalograf mengambil arus listrik lemah yang melalui otak dan mengubahnya menjadi gerakan pena, yang menggoreskan variasi kegiatan elektris otak sebagai gelombang, (gelombang otak) di atas sebuah kertas yang bergerak dalam mesin, dengan kecepatan yang tetap. Dengan membandingkan hasil goresan pasien ini dengan orang yang normal, menyanggupkan dokter spesialis ini mendeteksi kelainan fungsi, dan melokalisasi daerah bermasalah. Prosedur ini berguna untuk menentukan lokasi infeksi dan tumor, dan untuk menentukan luasnya kerusakan otak yang terjadi karena suatu kecelakaan. Juga digunakan untuk mengevaluasi pasien yang mengalami kelainan kejang-kejang.

Elektrokardiografi (ECG / EKG)

Elektrokardiografi berbeda dengan elektroensefalografi karena ECG mengambil arus listrik lemah pada waktu otot jantung berkontraksi. Perubahan dalam arus lemah ini, yang diambil dad berbagai titik jantung, diubah menjadi gerakan “pena” khusus yang menggoreskan denyut jantung itu sebagai garis-garis bergelombang di atas kertas panjang yang bergerak.

Elektrokardiogram dapat dicatat pada waktu pasien beristirahat, pada waktu bergerak badan di atas “treadmill” (tes stress) atau dengan menggunakan rekorder yang didesain khusus, sementara ia berjalan keliling. Catatan ini memungkinkan dokter yang sudah terlatih mendeteksi kelainan-kelainan pada ritme, keefesienan kontraksi jantung, dilatasi kamar-kamar jantung dan akibat dari suatu serangan jantung. Juga menyanggupkan dokter untuk memonitor tahap dan majunya penyembuhan.

Elektromiografi

Elektromiogram adalah rekaman kegiatan elektris otot-otot, baik waktu aktif atau waktu istirahat. Elektromiogram digunakan untuk menentukan penyakit otot (seperti miositis dan polimiositis), atau urat saraf yang menggerakkan otot itu. Prosedur ini termasuk mencatat perubahan-perubahan dalam kegiatan elektris (potensial) dengan menggunakan elektroda-elektroda. Elektroda-elektroda permukaan yang dilekatkan ke kulit menentukan apakah otot berkontraksi, dan elektroda-elektroda jarum yang ditusukkan ke dalam otot, bilamana dihubungkan dengan oskilloskopi atau alat pendengar khusus, memungkinkan dokter untuk mendengarkan sesuatu kegiatan yang tidak normal. Respons dari otot bila syarafnya di rangsang juga dapat di deteksi dengan elektromiograf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *