October 21, 2021
Manfaat Dan Efek Samping Kafein - Efek Samping Kafein

Manfaat Dan Efek Samping Kafein – Efek Samping Kafein

Manfaat Dan Efek Samping Kafein – Kafein merupakan salah satu kandungan terbanyak di dalam suatu jenis tumbuhan yang diberi nama kopi dan atau tumbuhan sejenisnya, yang jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan dampak buruk. Kisahnya adalah bahwa suatu ketika pada zaman dahulu ada sekelompok gembala kambing melaporkan kepada suku kepala di suatu daerah di biara, bahwa ada kebiasaan kambing yang ditemukan terasa aneh sekali, yaitu bahwa ada jenis kambing tertentu yang periang dan bisa melompat-lompa ke sana kemari. Sedangkan sebagian kambing lainnya tertidur pulas. Kelompok kambing yang periang makan suatu buah dari pohon tertentu, sedangkan sebagian yang tertidur tidak memakannya.

Manfaat Dan Efek Samping Kafein - Efek Samping Kafein

Sementara itu, sang kepala biara harus meditasi dan tetap terjaga tiap malam untuk berdoa kepada Tuhan supaya selalu mendapat petunjuk. Mengetahui tentang perihal kambing tadi, kepala biara menyuruh kepada para penggembala untuk membuat minuman dari buah-buahan yang dimakan kambing tersebut. Dan akhirnya kebiasaan itu menjadikan para biara tetap terbangung walaupun saat meditasi di tiap malam. Kebiasaan ini kemudian menyebar ke seluruh negeri dan juga tersebar luas ke luar negeri karena berita dari mulut ke mulut.

Haus adalah salah satu kebutuhan biologi yang mendorong manusia maupun hewan untuk minum air, untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam jaringan tubuh. Kopi sebagai salah satu minuman yang sudah dikenal banyak di seluruh dunia bahkan juga di indonesia menjadi suatu tradisi tersendiri. Selain kopi yang kaya akan kafein, juga terdapat tumbuhan lain yang mengandung kandungan ini. Setidaknya ada 60 tumbuhan di seluruh dunia yang sudah diteliti mengandung kafein. Kemudian makanan dan minuman ini lebih dikenal dengan makanan dan minuman kafeina.
DAFTAR MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENGANDUNG KAFEIN

Sumber kafein yang terbesar adalah kopi dan teh. Kalau di amerika, makanan dan minuman semisal ini disebut sebagai mate. Dimana saja ada tanaman yang mengandung kafeina, pasti orang akan menemukannya dan membuatnya menjadi sessuatu yang bisa dimakan dan diminum serta dipelihara untuk dijual dan atau untuk konsumsi sendiri.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Kafeina juga ditemukan daIam suatu resep tertentu, dan juga terdapat di dalam obat-obatan di warung-warung terdekat seperti perangsang, penghilang rasa sakit, obat sakit kepala dan influenza. Tentu saja dengan minum obat-obatan tersebut, akan menambah jumlah kafein yang terdapat di dalam tubuh jika mengkonsumi pula minuman dan makanan kafeina.

Kandungan Kafein Di Dalam Minuman

Sulit menentukan dengan tepat penggunaan rata-rata kafeina setiap hari untuk tiap orang bahkan untuk kebutuhan di seluruh dunia, sebab konsentrasi kafein bisa berbeda-beda tergantung dimana tumbuhan itu berada dan bagaimana cara pengolahannya. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi konsentrasi kafeina, termasuk keadaan di mana tanaman itu tumbuh dan bagaimana cara perawatannya, dari negara mana bahan bakunya diperoleh, cara pengolahannya, dan akhirnya mutu minuman tersebut. Juga, jumlah kafeina yang ditambahkan kepada minuman itu sendiri berbeda dari satu minuman ringan dengan minuman ringan yang lain. Penyebaran perilaku minum minuman berkafeina begitu besat, sehingga sukar untuk dipahami oleh akal. Di Amerika Serikat, setiap dua puluh jam sekali lebih dari 400 juta cangkir kopi diminum. Dengan prakiraan rata-rata setiap cangkir berisi 100 mg kafeina, berarti sudah lebih dari kira-kira 60 ton kafeina setiap hari.

Jadi, terdapat kira-kira 2,5 ton kafeina telah memasuki peredaran darah orang Amerika setiap jam, dua puluh empat jam sehari, tiga ratus enam puluh lima hari setahun. Apalagi ditambah dengan jumlah minuman lainnya yang mengandung kafeina yang jumlahnya juga jutaan. Minuman-minuman ini biasaya dikonsumsi di acara-acara kantor, acara pesta dan mungkin jamuan-jamuan tidak resmi yang sering diadakan oleh beberapa kantor atau mungkin sekumpulan anak muda yang sedang mengadakan acara-acara anak muda. Hal ini membuat kebutuhan kafeina di seluruh dunia menjadi sangat besar sekali.

Kandugan kafeina di dalam berbagai obat-obatan

Kafeina yang terdapat di dalam obat-obatan dijual secara bebas. Dengan jumlah obat-obatan yang dijual bebas yang mengandung banyak kandungan kafeina, makin banyak orang yang mengkonsumsi zat ini. Kafeina di dalam obat-obatan bersifat kimiawi. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping yang kurang baik jika tubuh tidak kuat untuk menahan efek sampingnya.

Misalnya tiap orang yang membutuhkan obat yang mengandung kafeina, meminum sekurangnya 250 mg setiap hari, maka jika ada 10 juta orang yang mengalami sakit yang sama, maka terdapat sejumlah 250 mg x 10 juta kafeina yang dibutuhkan tiap hari. Padahal tiap pasien memiliki karakteristik sakit yang berbeda. Angka 250 mg adalah angka rata-rata. Sedangkan pada kenyatannya itu bisa lebih besar lagi.

Kafeina dengan cepat diserap dari saluran pencernaan bagian atas hingga mencapai puncak peredaran darah. Waktunya sekitar 2060 menit sesudah diminum. Kafeina kemudian memasuki otak dan jaringan tubuh lainnya dengan bebas. Kafeina juga memasuki plasenta, dan konsentrasinya dalam darah ianin sama dengan yang terdapat dalam darah ibu. Untuk itu perlu diperhatikan jika kandungan obat yang mengandung kafeina juga mempunyai efek samping lainnya, dikhawatirkan akan dapat mempengaruhi janin yang ada dalam kandungan. Hal ini perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan. Supaya ibu sehat dan anak di dalam kandungan juga sehat.

Dalam proses pencernaan, kira-kira 5% kafeina yang masuk ke dalam darah dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk kencing. Sejumlah kecil dikeluarkan melalui air ludah, buang air besar dan air susu ibu. Selebihnya dipecah-pecah oleh hati, dan membentuk, antara lain, asam urat. Karena kemampuan hati janin dan atau bayi yang baru lahir untuk memecah-mecah kafeina belum berkembang dengan sempurna, maka daya hidup obat itu di dalam darah bayi rata-rata bisa bertahan kira-kira 50 jam.

Cara Kerja Kafeina

Karena kafeina banyak mempengaruhi banyak organ dan sistem tubuh, dan karena itulah perlu adanya evaluasi tentang pengaruhnya terhadap tubuh terutama manusia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk meneliti pengaruh kafeina terhadap sistem yang ada di dalam tubuh.

1). Pengaruh kafeina terhadap sistem syaraf pusat

Kafeina mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap fungsi puncak otak. Satu sampai dua cangkir kopi akan memberikan perasaan senang atau gembira (keletihan berkurang), bebas dari mengantuk, dan berpikir lebih lancar. “Peningkatan” inilah yang biasa disebut dengan efek ketagihan. Dan efek ketagihan ini biasanya menimpa kepada orang-orang yang sudah terbiasa minum kopi. “Perilaku kopi” ini biasa kita temui di kota-kota besar dan juga desa-desa terpencil di seluruh indonesia dan juga di dunia.

Namun perlu diperhatikan adanya hal yang tidak menggembirakan setelah dari serangkaian penelitian yang dilakukan. Kafeina tidak mempengaruhi mekanisme kelesuan di dalam tubuh. Hilangnya kelesuan yang di alami sesudah minum kafeina hanyalah persepsi pikiran saja. Ketika seseorang dipengaruhi oleh kafeina, tubuh akan mempunyai ilusi bahwa ia istirahat dan akan terus merasa seperti istirahat selama kafeina yang ada di dalam tubuh masih bekerja mempengaruhi pikirannya. Bila pengaruh kafeina berkurang, ia merasa lebih Ietih daripada sebelumnya, dan perasaan depresi muncul dengan sendirinya tanpa sebab yang pasti.

Jika kafeina semakin banyak diminum, seseorang akan jadi mudah gugup, gelisah, mudah tersinggung, gemetar dan tidak bisa tidur. Muntah dan kejang-kejang bisa terjadi pada tahap selanjutnya. Pusat-pusat pengendali pernapasan dirangsang dengan begitu kuat, sehingga pernapasan jadi lebih dalam dan cepat.

2). Pengaruh kafeina pada jantung dan pembuluh darah

Pengaruh kafeina pada jantung dan pembuluh darah sangat kompleks dan berbeda-beda untuk tiap individu sesuai dengan banyaknya kafeina yang diminum dan seberapa besar kekuatan seseorang terhadap kafeina. Pada kebanyakan orang, kafeina merangsang dan meningkatkan kerja jantung. Sebagian pakar yakin bahwa kafeina melebarkan pembuluh arteri koroner dan menambah aliran darah melalui pembuluh itu. Namun, yang lain percaya bahwa penambahan aliran darah ini disebabkan oleh kegiatan jantung, dan bukan karena kegiatan pembuluh darah itu sendiri.

Ketidakteraturan denyut dan debaran jantung lebih biasa terjadi pada mereka yang mengkonsumsi kafeina dalam jumlah yang tinggi. Pada umumnya peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh, kecuali ke otak, dimana aliran darah berkurang. Tentu saja, ada pengurangan yang sama dalam pasokan oksigen (zat asam) kepada otak. Mungkin inilah sebabnya mengapa kafeina menghilangkan sakit kepala yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Risiko serangan jantung koroner meningkat pada mereka yang minum kopi enam cangkir atau lebih sehari. Peminum kopi kronis bisa berdampak pada meningkatnya kolesterol di dalam darah, lemak darah (trigliserida) dan gula darah.

3). Pengaruh di dalam sistem pencernaan

Dosis kopi yang sedang saja dapat menambah pengeluaran baik asam lambung (asam hidroklorida) maupun enzim pencerna protein (pepsin). Pengaruh kopi tanpa kafeina (decaffeinated) hanya mengurangi sedikit. Baik minuman yang mengandung kafeina maupun kopi tanpa kafein akan menimbulkan gangguan pencernaan dan rasa panas pada kerongongan dan lambung (heartburn), dan memicu terjadinya tukak lambung atau memperburuk yang sudah ada.

4). Pengaruh Pada Otot

Kafeina nampaknya meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan fisik – Hal ini mungkin berupa pengaruh psikoIogis saja. Ketegangan otot juga bertambah. Namun, otot-otot saluran pernapasan jadi kendur. Itulah sebabnya mengapa theoflin, sepupu pertama kafeina, biasanya digunakan untuk penyakit asma.

5). Pengaruh Pada Tumor

“Payudara Yang benjol-benjol” atau penyakit fibrisistik (sering dianggap kanker dalam beberapa kasusu, padahal hal itu tidak benar) akan sering ditemukan terjadi pada wanita yang konsumsi harian kafeinanya sama dengan kafeina empat cangkir kopi. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dua pertiga dari mereka yang mengidap penyakit itu, spontan hilang penyakitnya setelah dalam tempo enam bulan berhenti minum minuman yang mengandung kafeina.

Ada beberapa bukti (hal ini masih menjadi perdebatan banyak orang tentang kebenarannya)bahwa timbulnya kanker pankreas lebih tinggi pada para peminum kopi (termasuk mereka yang meminum kopi tanpa kafeina) daripada pada mereka yang tidak minum minuman itu.

6). Pengaruh Pada Janin

Kafeina dapat merusak kromosom, yang meningkatkan kegiatan mutasi genetika. Sebab itu, tidak mengherankan, bahwa risiko cacat bawaan sejak lahir lebih tinggi di antara bayi yang ibunya minum kafeina sebanyak 600 mg tiap harinya atau lebih dari itu. Karena inilah, maka pada tahun 1980, pemerintah amerika serikat melalui U.S. Food and Drug Administration menasihatkan para wanita hamil unruk tidak makan dan minum sesuatu yang berkafeina, atau jika ingin mengkonsumsinya harus dalam jumlah yang sedikit yang tidak memberikan efek samping yang negatif baik bagi ibu hamil dan janinnya.

Melalui beberapa penelitian telah ditemukan bahwa, kafein masuk ke dalam tubuh bayi melalui placenta, dan tentunya sumbernya adalah dari ibu hami itu sendiri. Hati janin belum mempunyai enzim untuk mencerna kafein dengan baik dan sempurna. Enzim ini tidak akan ada di dalam tubuh janin sampai janin itu menginjak pada umur kira-kira sembilan bulan. Oleh karena itu, Pada wanita yang secara terus-menerus minum banyak kopi dan minuman ringan yang banyak mengandung kafeina, janin yang ada di dalam kandungan akan terus terserang oleh adanya kafeina melalui kafeina yang berasal dari ibu hamil. Hal ini akan menyebabkan keguguran spontan dan atau lahir mati, dan juga bisa menyebabkan kelahiran prematur menjadi lebih tinggi. Kejadian ini sering terjadi pada wanita hamil yang minum kopi empat sampai enam cangkir kopi sehari. Tentu ukuran cangkirnya adalah cangkir kecil bukan cangkir besar.

7). Pengaruh Lain-Lain

Kafeina menyebabkan kalsium di dalam tubuh menjadi semakin berkurang dengan semakin banyaknya konsumsi kafeina. Sementara dengan semakin tambah umur seseorang, jumlah pergerakan badannya berangsur-angsur menjadi berkurang. Wanita yang lebih tua juga mempunyai kadar estrogen yang lebih rendah. Ketiga faktor ini menyebabkan jumlah mineral di dalam tulang menjadi berkurang, atau lebih sering dikenal dengan nama osteoporosis.

Semakin tua usia seseorang tulang menjadi semakin lemah, dan bisa menyebabkan patah secara spontan jika kehilangan banyak kalsium. Kafeina meningkatkan aktivitas umum tubuh, dan merangsang aliran kencing oleh gtnjal, sehingga kalsium akan semakin banyak berkurangnya disebabkan oleh hal ini.

8). Keracunan Kafeina Kronis

Keracunan kafeina kronis dikenal sebagai kafeinisme. Hal ini bisa terjadi jika seseorang seseorang telah mengkonsumsi lebih dari ambang batas yang seharusnya dia konsumsi. Ambang batas ini, tiap orang mempunyai batasannya yang berbeda-beda tergantung dari kekuatan tubuh menangkal terhadap efek samping kafeina.

Gejala-gejala keadaan ini biasanya ditandai dengan adanya demam sedang yang tidak menentu, tidak bisa tidur, gelisah dan mudah tersinggung. Denyut jantung cepat dan tidak teratur, gangguan pencernaan, rasa panas pada kerongkongan dan lambung dan mencret (sedangkan teh menyebabkan konstipasi). Menghentikan mengkonsumi kafeina akan menyembuhkan penyakit ini dalam jangka waktu tiga atau empat hari.

Kafeina adalah obat khayalan (zat atau obat yang dapat menyebabkan ilusi) dan seperti obat Iain yang sejenis, menyebabkan ketagihan dan kebiasaan untuk mengkonsumsinya. Gejala-gejala selalu ingin mengkonsumi lagi adalah suatu keinginan yang kuat untuk mendapatkan kafeina itu, yang biasanya disertai dengan sakit kepala yang luar biasa (yang hanya dapat dihilangkan oleh kafeina, atau setelah meminumnya), dan juga mengalami ketegangan serta kekejangan otot. Dalam tahap yang lebih parah lagi bisa menyebabkan perasaan gugup dan gelisah. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi mudah tersinggung dan mudah marah. Karena secara psikologis perasaan gugup dan gelisah adalah suatu perasaan yang terkadang sulit untuk diutarakan serta terkadang sulit untuk ditemukan penyebab pastinya. Dan gejala ini biasa melanda kepada orang yang menderita keracunan kafeina. Setelah mengkonsumsi kafeina, hal seperti ini akan hilang dengan sendirinya.

Berbagai Minuman Yang Mengandung Kafeina Di Sekitar Kita

1). Teh

Teh terbuat dari daun tumbuhan yang di sebut camellia sinensis dan, selain mengandung kafeina, juga berisi theofilin dan tannins. Theofilin memiliki banyak ciri-ciri yang sama sifatnya dengan kafeina, dan juga mempunyai sifat dapat memperkuat kerja kafeina atas susunan saraf pusat, jantung dan pembuluh darah, serta ginjal. Ia mampu melebarkan bronkhiolus (bagian saluran udara yang paling kecil di paru-paru), sehingga sering digunakan untuk mengobati serangan asma. Asam tannik zat yang terdapat di dalam teh, adalah zat yang mempunyai fungsi untuk mengencangkan jaringan tubuh, mengendapkan protein di permukaan sel-sel. Jika diserap dalam jumlah yang besar, akan mempunyai efek racun terhadap hati.

Walaupun kandungan kafeina dari secangkir teh hanya kira-kira separuh jumlah kafeina di dalam secangkir kopi, tetapi pengaruhnya (efeknya) hampir sama, karena theofilin yang ada di dalam teh menambah dan memperkuat kerja kafeina.

2). Minuman Kola

Bahan utama dalam minuman kola adalah ekstrak yang diambil dari buah kola nitida dan kola akuminata. Ekstrak itu mengandung kira-kira 2% kafeina. Banyaknya kafeina yang ada di dalamm minuman kola berbeda dari saru merek dengan merek yang lain, dan bahkan tiap musim juga mempunyai kandungan yang berbeda-beda, dimana untuk musim panas mempunyai kandungan yang lebih tinggi daripada musim yang lain.

Minuman kola terdiri dari air soda (carbonated water), gula (atau pengganti), perasa alami atau buatan dan pewarna serta tentunya sejumlah tertentu kandungan kafeina jika memang diinginkan di dalamnya. Beberapa jenis minuman juga mengandung asam fosfor. Walaupun tidak semua minuman air soda mengandung kafeina, namun seringkali memiliki efek seperti kafeina. Padahal kebiasaan minum minuman bergula ini tidaklah bagus untuk kesehatan karena dicurigai oleh beberapa peneliti bahwa pemanis buatan yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan resiko penyakit karsinogenik (perangsang timbulnya kankter)

3). Coklat (Kokoa)

Kokoa telah sejak lama dikenal karena kandungan theobromidanya (250 mg. tiap mangkuk). Zat ini merupakan suatu campuran yang erat hubungannya dengan kafeina, tetapi rangsangannya terhadap fungsi otak kurang. Metode untuk mengekstrak kafeina dari tumbuhan coklat sudah sering dikembangkan dimana hasilnya juga dipengaruhi oleh sumber kokoanya. Satu cangkir minuman kokoa telah diteliti mengandung 6-40 miligram kafeina. Penelitian telah dilakukan terhadap efek kafeina yang terdapat di dalam coklat terhadap manusia. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa “kafeina” yang terdapat di dalam coklat tidak memberikan efek negatif seperti yang diberikan oleh kafeina yang terdapat di dalam kopi dan atau sumber kafeina lainnya.

Mencegah Pengaruh Yang Merugikan Dari Kafeina

Kafeina sebagai zat yang mengandung efek positif, juga mengandung efek negatif. Untuk terhindar dari efek negatif ini, disarankan untuk melakukan hal-hal berikut :

1). Jika belum minum minuman yang mengandung kafeina yang berbahaya, sebaiknya jangan mulai minum jika tidak kuat terhadap efek sampingnya. Minumlah sedikit saja dari bahan yang alami, bukan bahan yang mengandung pengawet. Karena saat ini banyak kemasan minuman yang mengandung kafeina, seperti kopi dan teh dalam kemasan.

2). Jika telah biasa minum kopi, sebaiknya hentikan sedikit demi sedikit. Sebagai gantinya, minumlah banyak air dan sari buah. Usahakan mendapat tidur yang cukup dan olah raga atau gerak badan secara teratur.

3). Jika berencana mempunyai bayi, sebaiknya ayah maupun ibu menghentikan kebiasaan makan atau minum bahan yang mengandung kafeina. Ibu hamil dan atau menyusui harus segera menghentikan kebiasaan minum atau makan bahan yang mengandung kafeina.

4). Ingatlah bahwa, kebiasaan orang tua akan menjadi teladan bagi anak. Penggunaan obat-obatan terutama ibu juga akan mempengaruhi tentang kesehatan anak di masa depan. Obat-obatan ini juga yang termasuk mengandung kafeina.

Saran

Obat dan makanan serta minuman yang mengandung kafeina sudah banyak ditemui di kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini telah terjalin turun-temurun dari ayah ibu dan menurun ke anak hingga cucu serta cicit. Dalam berbagai kesempatan kegiatan sosial baik itu di kampung, di kantor atau dimanapun berada seringkali hidangan dan minuman yang mengandung kafeina menjadi salah satu ciri khasnya yang harus ada. Apalagi di musim panas yang banyak membutuhkan kesegaran. Efek kafeina dapat memberikan hal itu dalam sekejap. Demikian juga di musim dingin yang sangat. Kopi dan teh hangat seringkali menjadi teman di dalam keseharian di musim dingin.

Banyak orang yang memilih untuk minum minuman yang mengandung kafeina di waktu pagi untuk meningkatkan semangat dan di waktu siang atau sore untuk pemberi tenaga di kala sudah loyo. Hal ini merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan dewasa ini.

Namun perlu disadari bahwa kafeina juga berfungsi seperti obat. Atau bahkan obat-obat tertentu mengandung kafeina untuk memberi tenaga bagi yang meminumnya. Minuman jenis ini tentu berbahaya jika dikonsumsi terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Kesehatan adalah yang terpenting. Jika tidak karena terpaksa, minumlah obat-obat tersebut seperlunya dan tidak perlu menggantungkan kepada efek obat tersebut. Kadang obat yang mengandung kafeina, dapat memberikan efek ilusi yang memberikan suatu ilusi baru yang menggembirakan dan membuat semangat yang semu. Obat jenis ini mencambuk saraf untuk bekerja lebih giat seperti kusir mencambuk kudanya yang sudah lelah.

Selain memberikan efek semu ilusi tersebut, kafeina dalam obat juga mampu memberikan ilusi badang menjadi sigap. Namun sebenarnya hal ini adalah bentuk ketegangan tubuh dan dapat memberikan efek yang merugikan kepada berbagai sistem organ tubuh lainnya.

Jika teman ingin sehat, sebaiknya minum dan makanlah bahan kafeina yang berasal dari alam. Bahan ini seperti kopi, teh dan coklat. Namun sebagaimana diutarakan di atas, bahwa coklat adalah salah satu sumber kafeina yang belum ditemukan efek sampingnya. Minum sedikit saja, misalnya 1 cangkir dalam sehari tanpa gula. Atau jika ingin ditambah gula, berilah gula batu asli yang sedikit atau bahkan tidak mengandung zat gula yang buruk bagi tubuh. Untuk obat-obatan yang mengandung kafeina, minumlah jika memang diperlukan. Jangan minum hanya untuk menemukan rasa ilusi dan kesegaran semu yang dapat ditemukan di dalamnya. Efek ini hanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama. Setelah efek ilusinya hilang, akan muncul efek negatif lain yang lebih berbahaya seperti ketagihan, kecemasan dan kegelisahan yang dapat dihilangkan dengan minum obat tersebut sekali lagi. Namun ketergantungan ini sulit hilang sebenarnya. Mudahan-mudahan dengan pengetahuan yang sedikit ini, teman-teman bisa membuat tindakan yang bijak apabila suatu saat nanti berhubungan dengan makanan atau minuman serta obat-obatan yang mengandung kafein.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *