October 21, 2021
Gejala Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Campak Anak Dan Dewasa

Gejala Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Campak Anak Dan Dewasa

Campak adalah penyakit yang lebih sering menyerang pada anak-anak yang mudah menular ke anak lainnya melalui komunikasi langsung. Biasanya anak-anak yang diketahui mengalami penyakit campak, sudah dalam kondisi akut. Penggunaan vaksin campak menjadi salah satu cara untuk pencegahan dan penangkal ketika sakit itu datang. Sehingga anak-anak yang sudah diberi vaksin campak, biasanya akan kebal di waktu kecil terhadap campak, juga ketika sudah remaja dan dewasa.

Penyakit campak banyak ditemui di negara-negara berkembang yang beriklim sedang, terutama pada musim dingin atau musim semi. Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi campak pada waktu bayi, beresiko tinggi menderita penyakit ini.

Gejala Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Campak Anak Dan Dewasa
Little baby get an injection

Penyebab campak adalah virus yang bernama paramyxovirus. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau lewat udara, kemudian memasuki tubuh melalui saluran pernafasan bagian atas.
Gejala

Setelah tubuh dimasuki oleh virus campak, dalam jangka waktu 10-14 hari berikutnya, gejala-gejala campak akan mulai muncul. Kondisi puncak bahaya adalah ketika memasuki hari ke 11 yang biasa disebut sebagai periode prodormal. Gejala umum yang biasa ditemui adalah demam, sensitif terhadap cahaya, malaise, nafsu makan menurun, konjungtivitis (radang kelopak mata), kongesti hidung, parau dan batuk pendek.

Bintik-bintik kecil yang berwarna biru kecoklatan yang dilingkari warna merah, akan mulai terlihat pada fase akhir periode prodormal. Bintik ini juga terlihat di dalam mulut pada pipi yang berlawanan dengan geraham dan kadang-kadang terjadi pendarahan.

Temperatur tubuh akan meningkat, setelah 5 hari terbentuk bintik Koplik dan mulai timbul ruam yang gatal. Bintik-bintik koplik juga akan mulai hilang setelah 5 hari terbentuk.

Ruam-ruam yang terbentuk, bentuknya kecil-kecil dan merata di bagian belakang telinga, leher dan pipi. Makula yang terbentuk akan menjadi merah, solid dan meluas ke muka, leher, alis mata, dada, punggung, perut dan anggota lain bawah. Setelah 2-3 hari, biasanya ruam ini akan mencapai kaki. Ruam-ruam ini akan mulai menghilang meninggalkan bekas berwarna coklat dan hilang sama sekali setelah 7-10 hari.

Puncak sakitnya akan terjadi setelah 2-3 hari sesudah ruam timbul. Temperatur badan akan meningkat mencapai 39,4 derajat celcius – 40,5 derajat celcius. Penderita akan batuk parah, mata merah dan hidung beringus. Sesudah 5 hari timbulnya ruam, gejala-gejala sakitnya akan hilang, dan penyakit menjadi tidak menular lagi.

Jika penderita sudah mendapatkan imunisasi sejak kecil, biasanya gejala yang timbul adalah sedang-sedang saja. Contoh zat imun yang diperoleh adalah gammaglobulin dan anti bodi dari ibu si bayi. Sedangkan bagi yang tidak kebal, baik itu bayi, remaja, dewasa dan orang tua, bisa menderita komplikasi yang sangat parah dibandingkan dengan anak-anak. Komplikasi campak yang sering timbul adalah diare, radang paru peunomia, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Gejala tipikal juga akan dijumpai pada mereka yang mendapatkan vaksin campak dalam bentuk vaksin virus mati. Gejalanya dengan penyakit akut, di lengan dan tungkai dijumpai demam ruam dengan kelainan pernafasan yang tanpa ruam.

Infeksi yang parah dapat berlanjut menjadi infeksi bakteri sekunder dan adanya reaksi autoimun atau invasi virus terhadap organ, adanya infeksi telinga, pneumonia dan radang otak.
Pengobatan

Campak ringan dapat berupa penyakit lainnya seperti campak jerman dan toxoplasmosis.

Tes laboratorium terkadang diperlukan untuk menghilangkan penyakit ini. Jika diperlukan, virus campak dapat diisolasi dari darah, sekresi hidung dan tenggorokan, urin sewaktu dalam keadaan temperatur tinggi.

Saat ini telah dikembangkan vaksin yang bernama vaksin MR. Vaksin MR adalah kombinasi antara Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella.

Vaksin MR itu sendiri sebenarnya bukanlah bentuk pengobatan, tetapi lebih kepada bentuk pencegahan terbaik agar tidak terkena penyakit Campak dan Rubella. Dua penyakit ini menjadi perhatian banyak orang di banyak negara, karena banyak orang yang menderita penyakit ini di seluruh dunia. Oleh karena itu dibuatlah vaksin MR yang dapat mencegah dua penyakit sekaligus.

Vaksin MR telah mendapatkan persetujuan untuk digunakan di seluruh dunia oleh WHO dan ijin edar di indonesia telah mendapatkan persetujuan dari Badan POM. Vaksin MR sangat aman dan telah digunakan oleh lebih dari 141 negara di seluruh dunia.

Anak-anak yang telah berusia 9 bulan dan kurang dari 15 tahun, sangat dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi vaksin MR. Selanjutnya imunisasi MR banyak diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak.

Imunisasi ini bersifat pencegahan dan bukanlah pengobatan. Anak-anak yang telah mendapatkan imunisasi campak, juga dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi MR dan akan aman jika telah mendapatkan 2 dosis imunisasi campak.

Di indonesia sendiri, imunisasi MR akan diberikan secara gratis kepada seluruh penduduk secara bertahap. Pemberian imunisasi MR terutama untuk memberikan daya tahan tubuh kepada anak-anak dan ibu hamil. Bahaya yang dapat menimpa ibu hamil adalah jika tertular dalam kondisi hamil, dapat mengakibatkan komplikasi cacat bawaan saat lahir pada otak, jantung, mata dan telinga.

Hal yang sangat disayangkan adalah upaya pencegahan penyakit campak, sekaligus rubella menggunakan vaksin MR, ditolak oleh beberapa orang di daerah tertentu di indonesia. MUI selaku organisasi pemberi fatwa untuk umat islam, memberikan penjelasan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai usaha untuk menumbuhkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya penyakit tertentu. Bahkan imunisasi bisa menjadi wajib jika orang yang tidak mendapatkan imunisasi tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dan dapat mengakibatkan komplikasi yang berat. Dan lebih fatal lagi dapat menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, bagi sobat sekalian yang mungkin kebetulan masih anak-anak atau mempunyai anak yang masih kecil atau sudah dewasa, yang belum pernah mendapatkan imunisasi vaksin campak atau vaksin MR, sebaiknya segera melakukan imunisasi vaksin MR untuk mencegah timbulnya komplikasi penyakit yang lebih bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *